Gili Trawangan: Surga Tersembunyi di Lombok

Gili Trawangan: Surga Tersembunyi di Lombok

Gili Trawangan: Surga Tersembunyi di Lombok

Gili Trawangan, salah satu dari tiga pulau Gili yang terletak di sebelah barat laut Lombok, telah lama menjadi destinasi yang sangat populer bagi para wisatawan yang mencari surga tropis. Selain Gili Trawangan, terdapat juga Gili Meno dan Gili Air yang lokasinya berdekatan, namun kali ini kita akan memfokuskan perhatian kita pada Gili Trawangan. Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Lombok, pastikan Gili Trawangan masuk ke dalam daftar destinasi Anda. Bagi yang belum tahu akses menuju ke surga tersembunyi ini, artikel ini akan memberikan informasi yang berguna.

Kartu Perdana Live.On Prime 20GB (30 hari) + Sticker A
Kartu Perdana Live.On Prime 20GB (30 hari) + Sticker A
Beli Produk via Shopee

Akses Menuju Gili Trawangan

Ada beberapa cara untuk mencapai Gili Trawangan, termasuk menggunakan jasa travel, kendaraan pribadi, menyewa motor/mobil, atau transportasi umum. Di sini, kita akan fokus pada informasi mengenai transportasi umum dan jalur yang harus dilewati jika Anda membawa kendaraan sendiri.

1. Mataram - Gili Trawangan (Pelabuhan Bangsal) dengan Kendaraan Pribadi

Jika Anda ingin menuju Gili Trawangan dengan kendaraan pribadi, kendaraan Anda harus diparkir di Pelabuhan Bangsal, yang merupakan pelabuhan menuju Pulau Gili Trawangan dari Lombok. Tidak perlu khawatir tentang tempat parkir di Pelabuhan Bangsal karena ada banyak tempat parkir motor dan mobil. Biaya parkir motor sekitar Rp.10.000 per malam atau Rp.5.000 jika Anda tidak menginap, sementara untuk mobil biaya parkir berkisar sekitar Rp.25.000 per malam.

Jika Anda berangkat dari Mataram Mall, yang terletak di pusat kota Mataram, Anda dapat berjalan menuju barat ke arah Jalan Catur Warga hingga Anda melewati bagian belakang Alun-alun Kota Mataram atau Taman Sangkareang di Jalan Pramuka. Sekitar 200 meter dari Alun-alun ini, Anda akan menemui lampu merah. Jika Anda terus lurus, Anda akan menuju Jalan Pendidikan, tetapi Anda harus berbelok ke kanan menuju Jalan Udayana. Di sepanjang Jalan Udayana, Anda akan menemui banyak pedagang yang menjual Sate Bulayak, salah satu kuliner khas Lombok, yang terdiri dari sate daging sapi disajikan dengan bulayak (lontong) dan bumbu khas yang mirip dengan kari. Harganya sekitar Rp.15.000 per porsi. Setelah berjalan sekitar 15 menit, Anda akan mencapai pertigaan Jalan Adi Sucipto, yang dulunya merupakan Bandara Selaparang Lombok. Dari sini, Anda memiliki dua pilihan untuk menuju Pelabuhan Bangsal, yaitu belok kanan melalui Jalur Hutan Phusuk (sekitar 1,5 jam) atau belok kiri melalui Jalur Pantai Senggigi (sekitar 2,5 jam). Waktu perkiraan dapat bervariasi tergantung pada sepeda motor yang Anda gunakan.

Jalur Phusuk adalah jalur perbukitan dengan jalan yang naik turun, berliku, dan kadang-kadang sempit. Motor bebek masih dapat menangani tanjakan di jalur ini, dan bagi para penggemar sepeda motor, jalur ini pasti akan sangat disukai. Setelah belok kanan di pertigaan Jalan Adi Sucipto, Anda hanya perlu terus melaju hingga Anda mencapai lampu merah dan belok kiri menuju Jalan Wahidin Sudiro Husodo. Dari sini, Anda hanya perlu mengikuti jalan utama dan Anda akan sampai di daerah Phusuk. Tidak lama setelah Anda berbelok ke kiri dari pertigaan Jalan Adi Sucipto ini, Anda dapat mencicipi makanan khas Lombok yang terkenal dengan nama Sate Rembiga. Sate Rembiga terbuat dari daging sapi dan memiliki rasa gurih, manis, dan pedas yang lezat. Ini adalah salah satu dari 10 hidangan khas Lombok yang harus Anda cicipi bersama dengan Sate Bulayak, Plecing kangkung, dan Ayam taliwang.

Jika Anda memilih untuk melalui Jalur Phusuk, jangan lupa untuk mampir membeli pisang atau buah-buahan di pasar yang Anda lewati di tengah jalan (Pasar Gunungsari). Di Jalur Phusuk, Anda pasti akan menemui monyet-monyet liar yang menunggu di sepanjang jalan untuk mendapatkan pisang dari Anda. Anda dapat beristirahat sejenak di pinggir jalan tanpa biaya atau di warung yang menyediakan beruga (tempat berteduh dari kayu khas Lombok) di tengah jalan. Setelah tiba di Phusuk, perjalanan Anda akan sebagian besar sudah terlaksana. Anda hanya perlu mengikuti jalan utama yang tersedia, dan Anda akan mulai turun ke daerah pedesaan. Teruslah mengikuti jalan utama hingga Anda mencapai pertigaan yang ramai, lalu beloklah ke kiri ke arah Pelabuhan Bangsal. Ikuti jalan utama hingga Anda melihat pantai di ujung jalan, itulah lokasi Pelabuhan Bangsal. Silakan parkir kendaraan Anda di salah satu tempat parkir yang tersedia di sana.

Jika Anda memilih untuk melewati Jalur Pantai Senggigi, jalur ini tak kalah menarik dengan Jalur Phusuk. Cocok untuk para pengendara sepeda motor yang ingin melakukan touring karena jalurnya berkelok-kelok dan memiliki tanjakan meskipun tidak securamik di Jalur Phusuk. Setelah Anda belok kiri dari pertigaan Jalan Adi Sucipto, Anda cukup mengikuti jalan utama hingga Anda mencapai persimpangan yang ramai, lalu ambillah jalur kanan. Lanjutkan perjalanan hingga Anda melewati Pantai Senggigi setelah sekitar 15 menit. Di sepanjang perjalanan, Anda akan melihat banyak hotel, resor, dan tempat makan di pusat wisata Pantai Senggigi. Setelah itu, jalan akan semakin sepi dan berkelok-kelok.

Tidak lama kemudian, Anda akan melewati daerah Bukit Malimbu, yang seperti semenanjung yang menjorok ke arah pantai di ketinggian. Di sini, Anda bisa berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan Pantai Senggigi secara keseluruhan. Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan melalui jalan utama selama sekitar 45 hingga 60 menit hingga Anda mencapai Pelabuhan Bangsal. Selama perjalanan, Anda akan disuguhi oleh pemandangan luar biasa dari pesona pantai yang belum bernama di sepanjang perjalanan. Teruslah mengikuti jalan utama hingga Anda melewati pantai dan mencapai perempatan yang ramai. Beloklah ke kiri melalui gapura menuju Pelabuhan Bangsal. Setelah tiba di pelabuhan, Anda dapat memarkir kendaraan Anda di salah satu tempat parkir yang tersedia di sana.

Gili Trawangan: Surga Tersembunyi di Lombok

2. Menuju Gili Trawangan menggunakan Transportasi Umum

Jika Anda memilih untuk menggunakan transportasi umum untuk menuju Gili Trawangan, tujuan Anda adalah Pelabuhan Bangsal, tempat kapal ke Gili Trawangan berangkat. Ada beberapa pilihan untuk mencapai Pelabuhan Bangsal.

Dari Mataram:

  1. Naik taksi dengan biaya sekitar Rp 150.000.

  2. Menggunakan angkutan umum atau "engkel" dari Terminal Mandalika dengan biaya Rp 10.000 dan turun di Pemenang, Lombok Utara, kemudian berjalan kaki sekitar 15 menit ke Pelabuhan Bangsal.

  3. Anda juga dapat menunggu angkutan umum atau "engkel" yang sama di perempatan Pasar Rembiga (sekitar 200 meter dari bekas Bandara Selaparang). Jika Anda bingung, tanyakan kepada orang di sekitar sana jalur "engkel" yang menuju Pelabuhan Bangsal. Kemudian turun di Pemenang, Lombok Utara, dan jalan kaki sekitar 15 menit menuju Pelabuhan Bangsal, atau jika Anda malas berjalan kaki, naik cidomo dengan tarif sekitar Rp.5.000 hingga Rp.10.000 per orang.

  4. Naik ojek dengan biaya sekitar Rp 50.000, tergantung pada kemampuan Anda dalam negosiasi dengan pengemudi ojek.

Kartu Perdana Live.On Prime 20GB (30 hari) + Sticker A
Kartu Perdana Live.On Prime 20GB (30 hari) + Sticker A
Beli Produk via Shopee

Dari Bandara Internasional Lombok (BIL):

  1. Jika Anda berangkat bersama sekelompok orang, Anda dapat menggunakan jasa supir mobil charter dengan biaya sekitar Rp 300.000 hingga Rp 500.000 untuk perjalanan ke Pelabuhan Bangsal. Perkiraan waktu tempuh adalah sekitar 3,5 jam.

  2. Jika Anda bepergian sendiri atau hanya beberapa orang, sangat disarankan untuk menggunakan jasa Damri. Di Lombok, hanya ada dua rute Damri, yaitu yang menuju ke Terminal Mandalika dengan biaya Rp 15.000, atau Damri yang menuju ke Senggigi Pasar Seni dengan biaya Rp 25.000. Jika Anda turun di Terminal Mandalika, Anda dapat melanjutkan dengan menggunakan "engkel," seperti yang dijelaskan sebelumnya jika Anda berangkat dari Mataram. Sementara jika Anda turun di Senggigi Pasar Seni, Anda dapat menyewa angkot dengan sopir bernama Pak Olki dengan biaya sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 untuk rute Senggigi - Bangsal, seperti yang diceritakan oleh salah seorang traveler.

Setelah tiba di Pelabuhan Bangsal, Anda cukup membeli tiket penyeberangan ke Gili Trawangan dengan biaya sekitar Rp 15.000. Anda akan diberi karcis dan menunggu di pinggir pantai bersama dengan wisatawan lainnya. Jangan ragu untuk bertanya jika Anda bingung. Waktu yang diperlukan untuk perjalanan dari Bangsal ke Gili Trawangan sekitar 1,5 hingga 2 jam. Pastikan untuk tiba di Pelabuhan Bangsal sebelum pukul 16.00 WITA karena kapal hanya beroperasi hingga pukul 17.00 WITA dan akan memulai berlayar kembali keesokan harinya pukul 08.00 WITA. Jika Anda ingin menghemat, bawalah bekal makanan untuk dimakan di Gili Trawangan atau pastikan Anda makan dengan cukup sebelum berangkat.

Oke, itulah informasi mengenai akses menuju Gili Trawangan baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke surga tropis ini. Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut tentang Gili Trawangan, jangan ragu untuk bertanya. Selamat berlibur!

Gili Trawangan: Surga Tersembunyi di Lombok

Perjalanan Pulang dari Gili Trawangan

Untuk rute atau akses pulang dari Gili Trawangan ke Bandara Praya, Anda dapat menggunakan Damri lagi. Rute ini dimulai dari Pool Damri Sandubaya atau Terminal Bertais. Namun, jika Anda tiba di malam hari, Damri mungkin tidak beroperasi. Dari Gili Trawangan (Pelabuhan Bangsal), Anda dapat berjalan kaki sebentar ke jalan utama dan kemudian naik "engkel" ke Terminal Bertais. Jika tidak ada "engkel" yang lewat, Anda juga dapat naik ojek atau taksi. Jika Anda ingin perjalanan yang lebih praktis, Anda dapat menyewa mobil yang akan mengantarkan Anda ke Bandara. Anda dapat memesan mobil ini di Pelabuhan Bangsal atau di Gili Trawangan.

إرسال تعليق

© NTB Destination Spotlight. All rights reserved. Developed by Jago Desain